Izin Edar Alat KesehatanBegitu tidak sedikit para empunya UKM/UMKM yang melupakan izin BPOM guna produk panganan dan obat yang mereka jual.

Ini disebabkan anggapan bahwa mengurus izin BPOM sangatlah susah dan mesti melewati sekian banyak persyaratan guna mendapat sertifikasi dari badan pengawas khusus.

Terlebih andai produk yang didapatkan berasal dari buatan sendiri baik memakai mesin atau manual memakai tangan.

Lalu, sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan BPOM? Mengapa terlihat paling penting? Apakah benar masing-masing orang dapat melakukan periksa izin produk BPOM?

Mari simak ulasan mengenai BPOM termasuk teknik mengurus izin dan teknik cek produk BPOM inilah ini.

1. Apa Itu BPOM?
Badan Pengawas Obat dan Makanan yang disingkat BPOM memiliki makna sebuah badan atau lembaga yang berwenang dalam memantau peredaran produk obat-obatan dan pun makanan di Indonesia.
Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) yang dijalankan lumayan efektif dan tepat guna untuk mendeteksi, mengawasi, serta menangkal produk-produk yang beredar di pasaran.
Untuk apa? Jelas saja, supaya bisa mengayomi keselamatan, kesehatan, dan ketenteraman para konsumen yang melakukan pembelian produk tersebut.
Berikut ini ialah prinsip dasar SISPOM (sumber: website web BPOM)
• Tindakan pengamanan cepat, tepat, akurat dan profesional.
• Tindakan dilaksanakan menurut atas tingkat risiko dan berbasis bukti-bukti ilmiah.
• Lingkup pengawasan mempunyai sifat menyeluruh, merangkum seluruh siklus proses.
• Berskala nasional/lintas provinsi dengan jaringan kerja internasional.
• Otoritas yang menunjang penegakan supremasi hukum.
• Memiliki jaringan laboratorium nasional yang kohesif dan powerful yang bekerjasama dengan jaringan global.
• Memiliki jaringan sistem informasi ketenteraman dan bobot produk.

Tentang E-BPOM
Lalu, apa anda pernah mendengar mengenai e-BPOM? Ya, benar sekali, BPOM menyediakan software online untuk mempermudah masyarakat.
Mengutip dari halaman web e-BPOM, software e-BPOM merupakan software untuk memfasilitasi layanan publik dalam urusan proses perizinan obat dan makanan.
Perizinan tersebut tergolong Importasi Obat Jadi, Bahan Baku Obat, Bahan Baku dan Produk Obat Tradisional, Kosmetika, Produk Komplemen, Bahan Baku Pangan, Bahan Tambahan Pangan dan Produk Pangan di lingkungan Bahan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Mengapa Harus Memiliki Izin Edar BPOM?
Sangat urgen mempunyai izin edar dari BPOM atas suatu produk obat-obatan, makanan, maupun kosmetik. Salah satunya ialah karena tidak sedikit yang masyarakat yang masih meragukan produk-produk tanpa izin BPOM.
Oleh sebab itu, demi berjalannya suatu bisnis, sertifikasi BPOM urgen untuk didapat supaya seluruh produk yang anda jual dinyatakan keamanannya untuk konsumen.
Sederhananya, dengan adanya izin BPOM, maka kamu pun akan mendapatkan tidak sedikit keuntungan, yaitu:
• Legalitas yang akan memastikan kualitas produk.
• Sebagai jaminan keamanan atas suatu produk.
• Kestabilan harga dari produk yang berizin BPOM.
• Citra produk bakal meningkat dikomparasikan produk pesaing yang belum berizin BPOM.
• Mudah masuk ke dalam pasar yang lebih luas.
Fungsi Perizinan BPOM
Ada sejumlah fungsi yang perlu anda ketahui dari perizinan BPOM atas suatu produk konsumsi, antara lain:
• Pengaturan, regulasi, standarisasi.
• Lisensi dan sertifikasi industri di bidang farmasi menurut SOP yang baik.
• Evaluasi produk sebelum diperbolehkan beredar.
• Post Marketing Vigilance, tergolong sampling dan pengujian laboratorium, pengecekan sarana buatan dan distribusi, serta penyidikan dan penegakan hukum.
• Pre-audit & pasca-audit iklan dan promosi produk.
• Riset terhadap pelaksanaan kepandaian pengawasan obat dan makanan.
• Komunikasi, informasi, dan pendidikan publik, tergolong peringatan publik.
Perbedaan Izin BPOM dengan Izin Lainnya
Mungkin sekarang anda bertanya-tanya, apa yang memisahkan izin BPOM dengan izin lainnya. Simak penjelasannya, yuk!
Kamu tentunya sering menyaksikan label dengan kode SP, MD, atau ML pada produk-produk makanan yang dibuntuti dengan barcode.
Misalnya, kode SP guna Sertifikasi Penyuluhan adalahnomor pencatatan yang diserahkan pada pengusaha kecil dengan modal terbatas dan belum dapat mengemukakan P-IRT. Pendaftaran kode ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten setempat.
Ada pula P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang pun dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten untuk industri pangan skala usaha kecil dan menengah. P-IRT ini dapat menjadi garansi bahwa produk yang dipasarkan tersebut aman guna dikonsumsi.
Nah, untuk produsen yang mempunyai modal lebih dan dapat mengikuti persyaratan dari pemerintah guna mendaftarkan produknya ke BPOM untuk lantas mendapat kode MD dan ML.
Kode MD (Makanan Dalam) dipakai untuk produk obat-obatan, makanan, dan minuman yang berasal dari dalam negeri. Sementara kode ML (Makanan Luar) dipakai untuk produk pangan impor yang berasal dari luar negeri.
Di samping MD dan ML, terdapat pula kode BPOM lainnya yang mencirikan jenis produk yang diedarkan.
Sudah paham kan letak perbedaannya?
Izin yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan lebih diutamakan untuk produsen dengan skala usaha kecil hingga menengah, tapi bakal lebih baik lagi andai mendaftarkan produk olahannya itu ke BPOM laksana produsen dengan skala usaha besar.
________________________________________
2. Proses Pendaftaran Perizinan BPOM
Setelah memahami dasar-dasar tentang BPOM, selanjutnya ialah memahami bagaimana metodenya mendaftar izin BPOM.
Terdapat perbedaan kriteria perizinan BPOM antara produk domestik dengan produk luar negeri. Di samping itu, klasifikasi evaluasi pangan terdapat dua jenis, yaitu evaluasi umum dan evaluasi ODS (One Day Service).
Untuk lebih jelasnya, simaklah poin-poin inilah ini.
Penilaian umum ialah untuk seluruh produk mempunyai resiko tinggi dan produk baru yang belum pernah menemukan nomor pendaftaran. Penilaian ODS ialah untuk seluruh produk mempunyai resiko rendah dan produk sejenis yang pernah menemukan nomor pendaftaran.
Produk Dalam Negeri
Persyaratan Pendaftaran Produk Dalam Negeri
Adapun kriteria paling tidak yang mesti anda penuhi guna mendaftarkan produk domestik kamu ke BPOM, yaitu:
• Fotokopi Surat Izin Industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
• Hasil analisa laboratorium yang pribumi (berlaku 6 bulan sesudah tanggal pengujian), sehubungan dengan produk zat gizi, zat yang dianggap sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi, dan cemaran logam.
• Rancangan label cocok dengan yang bakal diedarkan dan misal produk.
• Formulir pencatatan yang telah dipenuhi lengkap.
Khusus ODS (One Day Service) mesti dilampirkan surat persetujuan produk sejenis dan label yang sudah mendapatkan nomor pendaftaran.
Formulir yang sudah diisi, kemudian ditambah masing-masing 4 rangkap, dengan penjelasan 1 rangkap untuk dokumentasi produsen dan 3 rangkap lainnya untuk di berikan kepada petugas cocok ketentuan:
• Umum
o Berkas makanan, minuman, dan bahan pangan ekstra dimasukkan ke dalam map snelhecter berwarna merah.
o Berkas makanan diet dimasukkan ke dalam map snelhecter berwarna hijau.
o Berkas makanan fungsional dan makanan rekayasa genetika dimasukkan ke dalam map snelhecter berwarna biru.
• ODS (One Day Service)
o Berkas makanan dimasukkan ke dalam map snelhecter transparan berwarna biru.
o Berkas minuman dan bahan pangan ekstra dimasukkan ke dalam map snelhecter transparan berwarna merah.

Pendaftaran Perizinan BPOM Produk Makanan Dalam Negeri
Di samping persyaratan paling tidak di atas, kamu pun wajib melampirkan sebanyak berkas rangkap 3 di sejumlah formulir permohonan pencatatan (formulir A, B, C, D) yang telah anda isi.
Formulir A – lampirkan memakai paper clip
• Sertifikat brand dari Departemen Kehakiman Republik Indonesia (bila ada).
• Rancangan label; warna cocok dengan rencana yang akan dipakai pada produk bersangkutan.
• Fotokopi Surat Izin Industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
• Surat Pemeriksaan BPOM setempat (bila telah pernah diperiksa).
• Fotokopi Izin Produksi Farmasi dan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), khusus guna produk suplemen makanan.
• Sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) dari Disperindag, khusus guna produk air minum kemasan dan garam.
• Surat Keterangan (SK) dari pabrik asal, khusus guna produk yang dikemas kembali.
• Surat Keterangan (SK) dari pabrik asal, khusus guna produk lisensi.
Formulir B – lampirkan memakai paper clip
• Spesifikasi bahan baku dan BTM (Bahan Tambahan Makanan).
• Asal pembelian bahan baku dan BTM (Bahan Tambahan Makanan).
• Standar yang dipakai pabrik.
• Sertifikat wadah dan tutup.
• Uji kemasan dan pemerian bahan baku, khusus guna suplemen makanan.
Formulir C – lampirkan memakai paper clip
• Proses buatan dari bahan baku hingga jadi.
• Higiene & sanitasi pabrik dan karyawan.
• Denah dan peta tempat pabrik.
Formulir D – lampirkan memakai paper clip
• Struktur organisasi.
• Sistem Pengawasan Mutu, Sarana dan Peralatan Pengawasan Mutu.
• Hasil analisa produk menyeluruh meliputi pengecekan fisika, kimia, BTM (Bahan Tambahan Makanan) cocok dengan setiap jenis makanan, cemaran mikroba, dan cemaran logam.
• Apabila dicek di laboratorium sendiri, mesti dilengkapi dengan cara dan formalitas analisa yang dipakai serta melampirkan susunan peralatan laboratorium yang dimiliki.
• Apabila dicek di laboratorium pemerintah atau laboratorium yang telah terakreditasi, mesti dilengkapi dengan cara yang digunakan.
• Pengawasan bobot in process control sekitar proses produksi.
________________________________________
Produk Luar Negeri (Impor)
Persyaratan Pendaftaran Produk Impor
Berbeda dengan produk dalam negeri, terdapat berkas-berkas eksklusif yang mesti dipersiapkan sebagai kriteria paling tidak perizinan BPOM guna produk impor yaitu:
• Surat penunjukkan dari pabrik asal, siapkan dokumen pribumi dan fotokopi guna lampiran.
• Health Certificate atau free sale dari instansi yang berwenang di negara asal, siapkan dokumen pribumi dan fotokopi guna lampiran.
• Hasil analisa laboratorium yang pribumi (berlaku 6 bulan sesudah tanggal pengujian), sehubungan dengan produk zat gizi, zat yang dianggap sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi, dan cemaran logam.
• Rancangan label cocok dengan yang bakal diedarkan dan misal produk.
• Formulir pencatatan yang telah dipenuhi lengkap.
Khusus ODS (One Day Service) mesti dilampirkan surat persetujuan produk sejenis dan label yang sudah mendapatkan nomor pendaftaran.
Formulir yang sudah diisi, kemudian ditambah masing-masing 4 rangkap, dengan penjelasan 1 rangkap untuk dokumentasi produsen dan 3 rangkap lainnya untuk di berikan kepada petugas cocok ketentuan:
• Umum
Berkas seluruh produk dimasukkan ke dalam map snelhecter berwarna kuning.
• ODS (One Day Service)
Berkas seluruh produk dimasukkan ke dalam map snelhecter transparan berwarna kuning.

Pendaftaran Perizinan BPOM Produk Makanan Impor
Di samping persyaratan paling tidak di atas, kamu pun wajib melampirkan sebanyak berkas rangkap 3 di sejumlah formulir permohonan pencatatan (formulir A, B, C, D) yang telah dipenuhi oleh pabrik asal atau dilegalisir cocok pedoman.
Formulir A – lampirkan memakai paper clip
• Sertifikat brand dari badan berwenang (bila ada).
• Health Certificate atau free sale dari instansi yang berwenang di negara asal.
• Sertifikat bebas radiasi.
• Surat penunjukkan dari pabrik asal.
• Rancangan label; warna cocok dengan rencana yang akan dipakai pada produk bersangkutan.
Formulir B – lampirkan memakai paper clip
• Komposisi dari pabrik asal.
• Spesifikasi asal bahan baku dan BTM (Bahan Tambahan Makanan) dari pabrik asal.
• Sertifikar wadah dan tutup dari pabrik asal.
• Standar yang dipakai dari pabrik asal.
• Uji kemasan dan pemerian bahan baku, khusus guna suplemen makanan.
Formulir C – lampirkan memakai paper clip
• Proses buatan dari bahan baku hingga jadi.
Formulir D – lampirkan memakai paper clip
• Sistem pemantauan mutu dari pabrik asal.
• Hasil analisa produk menyeluruh meliputi pengecekan fisika, kimia, BTM (Bahan Tambahan Makanan) cocok dengan setiap jenis makanan, cemaran mikroba, dan cemaran logam.
• Apabila dicek di laboratorium sendiri, mesti dilengkapi dengan cara dan formalitas analisa yang dipakai serta melampirkan susunan peralatan laboratorium yang dimiliki.
• Apabila dicek di laboratorium pemerintah atau laboratorium yang telah terakreditasi, mesti dilengkapi dengan cara yang digunakan.
• Pengawasan bobot in process control sekitar proses produksi.
Contoh Produk Makanan Terkait – 3 (tiga) buah/kemasan
Catatan: Pemohon bisa menyertakan dokumen beda yang bisa menunjang evaluasi permohonan.
________________________________________
One Day Service (ODS)
Sub Direktorat Evaluasi dan Pendaftaran Makanan & Minuman meluangkan sistem pelayanan dan evaluasi cepat dalam masa-masa 24 jam, dengan destinasi untuk menambah efektivitas dan efisiensi proses permohonan pencatatan & penilaian.
Terutama untuk produk-produk pangan yang berisiko rendah, baik lokal maupun impor yang didaftarkan langsung ke BPOM.
Syarat produk pangan yang berisiko rendah ialah makanan yang tidak langsung dikonsumsi atau masih merasakan proses lebih lanjut, berkadar gula tinggi, kegiatan air (aw) di bawah 0.85, berkemasan tinggi (pH di bawah 4.5).
Parameter Penilaian Produk ODS
• Formulir A; dipenuhi oleh pemohon dengan benar dan menyeluruh seusai dengan pedoman.
• Lampiran guna produk dalam negeri:
o Izin industri atau tanda pencatatan industri dari Disperindag (bagi pabrik baru dan jenis produk baru)
o Sertifikat brand dagang atau nomor paten guna produk yang memakai kode “R” pada nama dagang.
o Sertifikat SNI guna garam beriodium atau produk yang dianggap sesuai SNI.
o Desain label cocok dengan pedoman.
o Contoh produk (3 buah).
o Surat penjelasan dari pabrik asal, guna pabrik pengemas kembali.
o Surat penjelasan pabrik pemberi lisensi dari negara asal, guna pabrik berlisensi.
• Lampiran guna produk impor:
o Surat penunjukkan importir dari pabrik asal, atau duplikat yang dilegalisir oleh importir dengan mengindikasikan berkas aslinya.
o Health Certificate atau free sale, atau duplikat yang dilegalisir oleh importir dengan mengindikasikan aslinya.
o Contoh label pribumi dengan desain label cocok dengan yg bakal diedarkan.
o Contoh produk (3 buah).
• Label, dengan ketentuan:
o Desain label cocok dengan produk yang bakal diedarkan (rangkap 3).
o Pada unsur utama label mesti memuat nama produk, berat bersih/netto, nama dan alamat produsen/importir (nama kota, kode pos; alamat lengkap), serta nomor pendaftaran.
o Keterangan beda pada label memuat komposisi, kelompok BTM, nama pengawet, pemanis, pewarna menyeluruh dengan indeks warna (bila digunakan), masa kedaluwarsa, kode produksi, tanggal produksi, serta penjelasan lain yang wajib disematkan menurut keterangan dari undang-undang.
• Kelengkapan pengisian eksemplar isian B, meliputi:
o Kumpulan dan jumlah bahan baku & BTP yang digunakan, nama BTP dan kegunaannya, Color Index (CI) andai memakai pewarna, serta asal bahan baku & BTP yang digunakan.
• Kelengkapan pengisisan eksemplar isian C, meliputi:
o Cara pembuatan
o Skema proses produksi
• Kelengkapan pengisian eksemplar isian D, meliputi:
o Hasil analisa buatan akhir.
• Waktu pendaftaran dibuka dari jam 09:00 – 13:00.
________________________________________
Persyaratan Produk ODS
• Produk luar negeri dengan kode ML:
o Surat penunjukkan dari negara asal
o Health Certificate atau free sale dari Departemen Kesehatan setempat atau negara asal.
o Hasil uji laboratorium.
o Label berwarna.
o Contoh produk (tiga buah).
o Komposisi dan spesifikasi.
o Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Angka Pengenal Impor (API-U).
• Produk domestik dengan kode MD:
o Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau izin prinsip.
o Hasil uji laboratorium.
o Label berwarna berhak paten.
o Contoh produk (3 buah).
________________________________________
Alur Pendaftaran Izin BPOM
Berikut ini ialah alur pencatatan perizinan BPOM, simak yuk bagaimana prosesnya!
1. Pendaftar mengemukakan permohonan pencatatan tertulis dengan teknik mengisi eksemplar isian dan melampirkan data pendukung.
2. Pendaftar memberikan permohonan sejumlah 2 rangkap (asli dan fotokopi) untuk Kepala BPOM cq Direktur Standardisasi Produk Pangan.
3. Pemeriksaan terhadap eksemplar isian permohonan pencatatan sesuai dengan kriteria, persyaratan, dan penetapan ongkos evaluasi.
Permohonan pencatatan pangan olahan dalam rangka penilaian untuk menemukan Izin Edar dari BPOM atau evolusi data pangan olahan, bakal dikenai ongkos sebagai PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) cocok dengan peraturan Undang-Undang.
Izin Edar BPOM yang sudah terbit berlaku dalam jangka masa-masa 5 tahun dan dapat diperpanjang melewati pendaftaran ulang.
________________________________________
3. Proses Pendaftaran Perizinan E-BPOM (E-Reg BPOM Online)
Di awal tulisan ini, mungkin anda sudah menyimak sekilas tentang e-BPOM.
Kini, anda tidak perlu cemas lagi dan merasa kendala mendaftarkan produk yang akan anda jual ke BPOM supaya mendapatkan izin edar sebab kamu dapat melakukan proses registrasi langsung melewati situs web sah e-Reg BPOM.
Di samping itu, kamu pun sudah memahami apa saja persyaratan yang dibutuhkan. Selanjutnya, saatnya anda memahami bagaimana teknik pendaftarannya.
Cara Mendaftarkan Perusahaan di E-BPOM
Sebelum mengikutsertakan produk, anda harus mengerjakan registrasi akun dengan langkah berikut ini:
1. Kunjungi website web e-BPOM dengan klik di sini.
2. Pilih menu Registrasi Akun, kemudian klik Baru untuk menciptakan akun baru kesatu kali.
3. Kamu akan ditunjukkan ke halaman pengisian formulir. Silakan isi cocok data yang dibutuhkan, mencakup Data Perusahaan, Data Penanggung Jawab, dan Data User.
4. Jika telah mengisinya dengan lengkap, klik Halaman Selanjutnya.
5. Lalu, masukkan data PSB yang dipunyai oleh setiap pabrik lokal.
6. Unggah seluruh berkas cocok dengan yang dipersyaratkan.
7. Kirimkan pun persyaratan berkas dalam format fisik ke alamat BPOM yang tercantum pada halaman registrasi.
8. Tunggu hasil pemeriksaan, apakah permohonan kamu diamini atau ditampik oleh petugas BPOM. Hasilnya akan dikatakan melalui e-mail, jadi pastikan bahwa e-mail anda aktif.
Cara Mendaftarkan Produk Pangan Low Risk di E-BPOM
Setelah mengikutsertakan perusahaan kamu, berikutnya kamu dapat mendaftarkan produk yang akan anda jual guna mendapat izin edar BPOM. Tenang saja, pencatatan produk ini pun dapat dilaksanakan melalui e-BPOM kok. Begini caranya:
1. Kunjungi website web e-BPOM dengan klik di sini. Atau, buka software e-BPOM yang sudah anda unduh pada Google Play Store atau Apple Store.
2. Pada unsur e-Registrasi Pangan, silakan klik Login.
3. Lalu masukkan User ID, Password, dan Captcha.
4. Setelah masuk, isikan data-data yang diminta laksana Data Produk, Data Bahan Baku, Data Hasil Analisa, Data Informasi Nilai Gizi (ING), dan Data Klaim Produk.
5. Unggah seluruh berkas cocok dengan yang dipersyaratkan.
6. Kirimkan pun persyaratan berkas dalam format fisik ke alamat BPOM, atau serahkan langsung dengan mendatangi kantor BPOM.
7. Setelah itu, bakal ada proses verifikasi data permohonan dan rancangan label.
8. Lakukan pembayaran cocok dengan SPB (Surat Perintah Bayar) dan unggah bukti pembayaran ke website web e-BPOM.
9. Pembayaran anda akan diverifikasi, lantas seluruh berkas bakal divalidasi oleh petugas BPOM.
10. Tunggu hingga SPP (Surat Persetujuan Pendaftaran) anda terbit, selanjutnya anda akan diminta menyertakan berkas jasmani mengenai Rancangan Label dan pun bukti pembayaran langsung di kantor BPOM.
Langkah terakhir dari pendaftaran, anda tinggal menantikan persetujuan dan periksa dari BPOM guna mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE). Umumnya, surat persetujuan itu dikeluarkan maksimal 30 hari semenjak pendaftaran. Jadi, sabar ya!
________________________________________
4. Biaya Mengurus Izin Edar BPOM
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, anda akan dikenakan ongkos ketika mengerjakan pendaftaran izin edar BPOM. Biaya itu akan masuk ke dalam ongkos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Jumlahnya selama Rp100 ribu hingga Rp2 juta, tergantung pada jenis usaha yang anda miliki. Semakin berisiko produk yang didaftarkan, maka semakin tinggi pula ongkos yang ditanggung.
Mengapa begitu? Karena semakin banyaknya survei dan pengecekan terhadap produk, lagipula untuk produk yang risikonya tinggi.
________________________________________
5. Cara Cek Produk BPOM Secara Online
BPOM pastinya mempunyai wewenang untuk mengeluarkan izin edar produk, mengerjakan pengawasan obat dan makanan, serta memberi sanksi administratif untuk yang melanggar. Ini cocok dengan Peraturan Presiden Nomor Tahun 2017 (4).
Sebagai masyarakat awam yang ragu terhadap kemurnian produk-produk, kamu dapat melakukan periksa izin produk BPOM dengan gampang secara online melewati situs sah e-BPOM.
Rendahnya pengetahuan masyarakat untuk memahami kandungan produk secara benar menjadi dalil BPOM menyediakan kemudahan pengecekan ini.
Dengan destinasi untuk mengayomi kesehatan dan keselamatan konsumen terhadap makanan, minuman, obat-obatan, serta kosmetik yang beredar, BPOM menjadi garda terdepan dalam mendeteksi, mencegah, serta memantau segala produk yang beredar.
Syarat Cek Produk BPOM
Tidak terdapat syarat eksklusif untuk mengerjakan pengecekan produk di website BPOM. Kamu melulu perlu menyiapkan nomor izin edar yang tercantum pada kemasan. Produk yang nomornya tercatat di website BPOM, sudah tentu mempunyai izin resmi pribumi dari BPOM.
Kamu butuh waspada bakal hal ini, karena sudah tidak sedikit produk-produk yang asal menyematkan nomor izin palsu seakan-akan produk tersebut telah mendapat izin dari BPOM.
Tapi, andai produk berhubungan tidak menyematkan nomor registrasi BPOM, kamu dapat melakukan pemeriksaan atas brand atau nama produknya.
Namun, butuh diketahui, bilamana sebuah produk tidak mempunyai nomor registrasi, dengan kata lain produk itu perlu diwaspadai sebab dikhawatirkan berisiko untuk keselamatan dan kesehatan orang yang mengonsumsinya.
Cara Cek Produk BPOM
Cek izin produk melewati situs web BPOM dilaksanakan menurut sejumlah kategori, yaitu:
• Nomor registrasi
• Nama produk
• Merek
• Jumlah dan kemasan
• Bentuk sediaan
• Komposisi
• Nama pendaftar
Lalu, bagaimana caranya? Simak langkah-langkah periksa produk BPOM inilah ini.
1. Kunjungi website web BPOM untuk memeriksa produk, klik di sini. Atau, buka software e-BPOM yang sudah anda unduh pada Google Play Store atau Apple Store.
2. Masukkan data di kolom Kata Kunci menurut kategori; nomor registrasi, nama produk, merek, jumlah & kemasan, format sediaan, komposisi, atau nama pendaftar.
3. Lalu, klik Cari.
4. Kamu akan menyaksikan produk-produk dengan nama yang sehubungan dengan keyword yang anda masukkan.
Lihat gambar di atas, halaman akan memperlihatkan nomor registrasi, produk, dan pendaftar (perusahaan yang mengikutsertakan produk).
Contoh, penelusuran AQUA menurut merek.
Di kolom kesatu dilafalkan nomor registrasi yang dimulai dengan kode MD yang berarti produk itu adalahproduk dalam negeri. Di kolom kedua dilafalkan jenis produk, brand produk, dan pun jenis kemasannya.
Sementara itu, di kolom ketiga disematkan perusahaan yang mengikutsertakan izin edar BPOM inilah lokasinya.
Jika produk yang hendak kamu cari sudah menyematkan nomor registrasi pada label, langsung saja cari menurut kelompok Nomor Registrasi tanpa kode di depannya (cukup angkanya saja).
Kenali Kode Registrasi Saat Cek BPOM
Masing-masing kode yang menyertai nomor registrasi pada produk yang anda temui ternyata mempunyai makna setiap yang menunjukkan kelompok dan jenis produk.

 

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *