Berikut ialah beberapa proses penciptaan aspal jalan, yakni :

Persiapan Bahan Baku

Kontraktor jasa pengaspalan jakarta –  Bahan Baku Batu Pecah / Agregat. Agregat ialah bahan utama yang dipakai untuk lapisan permukaan perkerasan jalan atau beton, agregat ini didapatkan dari hasil penambangan batu-batuan pada sungai-sungai yang terdapat di Aceh Tamiang dan wilayah lainya, lantas batu–batuan itu diproses melewati mesin perengkahan Stone Crusher yang menghasilkan beberap jenis agregat cocok dengan yang di inginkan. dalam perkerjaan kosntruksi menurut keterangan dari standar Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang pemakaian agregat yang diproduksi ialah agregat dengan ukuran 1, 1/2, ¾ inch, dan abu batu pada umumnya, yang selanjunya ditabung di gudang guna dijadikan stock dan beberapa di simpan pada bin-bin penampung bahan baku untuk penciptaan aspal beton pada unit Aspal Mixing Plant (AMP).

Bahan Baku Aspal

Aspal merupakan bahan baku yang dipakai untuk mengikat antara agregat yang satu dengan yang lainya atau pun sebagai katalis supaya agregat bisa menjadi satu padu, kuat, keras dan tahan terhadap evolusi cuaca. Jenis aspal yang dipakai ialah aspal emulsi yang didapatkan dari hasil destilasi minyak bumi. diimpor dari sekian banyak produsen yang terdapat di dalam maupun luar negeri.

Filler

Filler ialah bahan penambah pada proses pencampuran atara agregat dengan aspal yang bermanfaat untuk memblokir pori-pori yang terdapat pada permukaan aspal beton yang diakibatkan karena kurangnya gabungan dari gradasi agregat pada unit timbangan. Bahan pengisi yang ditambahkan terdiri atas debu batu kapur, kapur padam.

Cool Bin

Cool bin (Bin dingin) ialah bak lokasi menampung material agregat dari tiap-tiap fraksi mulai dari agregat halus hingga agregat kasar yang dibutuhkan dalam memproduksi gabungan aspal panas. Bagian kesatu dari Aspal Mixing Plant (AMP) ialah Cool Bin, yaitu lokasi penyimpanan fraksi agregat kasar, agregat sedang, agregat halus dan pasir. Bin dingin mesti terdiri dari minimum 3 hingga 5 bak penampung (bin). Masing-masing bin mengandung agregat dengan gradasi tertentu. Agregat-agregat itu harus terpisah satu sama lain, guna menjaga kemurnian gradasi dari masing masing bin cocok dengan rencana gabungan kerja (RCK). Bagi memisahkannya, bisa dipasang pelat baja pemisah antara bin. Dengan demikian maka loader yang dipakai mengisi setiap bin mesti memiliki bak (bucket) yang lebih kecil dari mulut pemisah setiap bin. Jika pemisah tidak terdapat maka pengisian setiap bin jangan berlebih yang dapat berdampak tercampurnya agregat.

Proses Pengeringan Agregat Pada Unit Dryer

Agregat yang didapatkan dari hasil penambangan dan sudah diproses di unit stone crusher yang kemudian ditabung pada bin-bin dingin (Cool bin) yang cocok dengan ukuran setiap selanjutnya disuplai atau dibawa menuju dryer dengan memakai belkonveyor guna dikeringkan dengan unit dryer tujuannya guna menghilangkan kadar air, kadar air mesti seminim barangkali karena bila tidak akan dominan pada pencampuran aspal nantinya. Proses pengeringan pada dryer ialah dengan teknik membakar agregat di dalam kilen yang berputar dengan suhu ±1500 C proses pembakaran dengan memakai bahan bakar solar lama pembakaran ini belangsung sekitar ± 45 detik dengan kapasitas ± 80 ton/jam.

Dust Collector (Pengumpul Debu)

Alat pengumpul debu mesti bermanfaat sebagai perangkat pengontrol polusi udara di lingkungan tempat aspal mixing plant (AMP). Gas buang yang terbit dari sistem pengering diperbanyak dengan desakan kipas pengeluar (exhaust fan) bakal dialirkan ke pengumpul debu. Alat pengumpul debu yang tidak bermanfaat dengan baik akan mengakibatkan terjadinya polusi udara, dan ini tampak jelas dari adanya kotoran atau debu di pohon-pohon atau atap rumah di dekat lokasi AMP (Aspal Mixing Plant). Pada PT. Virajaya Riauputra yang digunakan ialah sistem pengumpul debu jenis basah (wet scrubber dust collector), debu yang terbawa gas buangan dipancar dengan air, sampai-sampai partikel berat bakal terjatuh ke bawah dan gas yang sudah bersih terbit dari cerobong asap. Partikel berat tersebut lantas dialirkan ke bak penampung (bak air). Jika pada bak air penampung tampak jelaga yang mengapung dengan jumlah yang lumayan banyak, maka urusan ini mengindikasikan terjadi pembakaran yang tidak sempurna pada pengering (dryer). Untuk menangkal hal yang tidak diharapkan maka dilaksanakan koreksi atau perbaikan pada pengering (dryer).

Proses Pemisahan Agregat Pada Hot Screen

Agregat yang panas yang telah melewati proses pembakaran dari dryer selanjutnnya di bawa oleh hot elevator mengarah ke ke atas tower guna di kerjakan pemisahan pada hot screen, peroses pemisahan agregat ini ialah dengan teknik gravitasi agregat dijatuhkan pada ayakan / screen yang dirancang tidak banyak miring supaya dapat mengayak atau mengasingkan agregat cocok dengan ukurannya masing-masing. Pada screen dilengkapi alat tolong yaitu vibrator yang bermanfaat untuk menggetarkan ayakan supaya terjadi ayakan yang optimal. Agregat yang sudah disaring/dipisahkan menurut ukurannya lantas masuk pada unit hot bin guna guna menampung sedangkan agregat yang bakal masuk pada timbangan.

Hot Bin (Bin panas)

Hot Bin dipasang pada Asphalt Mixing Plant (AMP) jenis dosis (batch). Pada Asphalt Mixing Plant (AMP) jenis dosis umumnya bakal ada 4 bin yang dilengkapi dengan pembatas yang rapat dan powerful dan jangan berlubang serta memiliki tinggi yang tepat sehingga dapat menampung agregat panas dalam sekian banyak ukuran fraksi yang sudah dipisah-pisahkan melewati unit ayakan panas. Pada unsur bawah dari tiap bin panas mesti dipasang drainase pipa untuk melemparkan agregat yang berlebih dari tiap bin panas yang bisa dioperasikan secara manual atau otomatis. Jika agregat halus masih menyisakan kadar air sesudah pemanasan, maka agregat yang paling halus (debu) bakal menempel dan menggumpal pada dinding bin panas dan bakal jatuh setelah lumayan berat. Hal itu dapat mengakibatkan perubahan gradasi agregat, yaitu peningkatan material yang lolos saringan No. 2000.

Timbangan

Timbangan ialah alat yang dipakai untuk menakar / menimbang jumlah setiap agregat cocok dengan komposisi yang sudah ditentukan, proses penimbanga dilaksanakan dengan sistem komputerisasi / otomatis. sebelum timbangan dipakai timbangan telebih dahulu dikalibrasi supaya hasil timbangan bisa akurat seringkali timbangan dikalibrasi dengan mutu teringanya 10 kg, ini disebabkan berat jenis dari agregat yang terlampau tinggi sampai-sampai timbangan tidak bakal akurat / tidak bisa membaca bilamana agregat yang ditimbang di bawah 10 kg.

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *