Alat Bantu Dengar – Gangguan pendengaran ialah salah satu gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh terlampau seringnya terkena suara yang nyaring/keras. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh hal usia. Pendengaran dapat disebutkan terganggu bilamana sinyal suara gagal menjangkau otak.
Pada umumnya, gangguan pendengaran berkembang secara bertahap. Namun, hilangnya pendengaran bisa eterjadi secara tiba-tiba. Suara-suara yang mempunyai tingkat kebisingan sampai 79 desibel masih dapat dikategorikan aman untuk telinga manusia.

Faktor Risiko Gangguan Pendengaran
Faktor risiko yang bisa merusak dan mengakibatkan terganggunya pendengaran, antara lain:
• Usia. Seiring berjalannya waktu, degenerasi struktur telinga unsur dalam terjadi.
• Suara yang besar. Paparan suara keras bisa merusak sel-sel telinga unsur dalam. Kerusakan bisa terjadi dengan penyampaian jangka panjang, laksana suara ledakan atau suara tembakan.
• Keturunan. Susunan genetika barangkali dapat membuat anda lebih rentan terhadap kehancuran telinga dampak suara.
• Suara di lokasi kerja. Pekerjaan yang melibatkan suara keras laksana pertanian, konstruksi, atau kegiatan pabrik, bisa menyebabkan kehancuran telinga.
• Obat. Penggunaan obat laksana obat anti bakteri dan obat kemoterapi tertentu, bisa merusak telinga unsur dalam. Efek sedangkan pada pendengaran ialah dering di telinga (tinnitus). Gangguan pendengaran pun dapat terjadi andai menggunakan obat pengencer darah takaran tinggi, penghilang rasa sakit lainnya, serta obat antimalaria.
• Beberapa penyakit. Penyakit atau penyakit yang mengakibatkan demam tinggi, laksana meningitis, bisa merusak koklea.

 

Gejala Gangguan Pendengaran
• Meminta orang lain guna mengulang perkataannya.
• Selalu keletihan atau stres, sebab harus berkonsentrasi ketika mendengarkan.
• Menarik diri dari pembicaraan.
• Kesulitan mendengar dering telepon atau bel pintu.
• Menghindari sejumlah situasi sosial.
• Mengalami kendala mendengarakan ucapan orang beda secara jelas, laksana ketika bertukar pikiran dengan tidak sedikit orang atau dalam keramaian.
• Kesulitan memperhatikan konsonan.
• Menonton televisi atau memperhatikan musik dengan volume suara yang keras.
• Kesulitan menilai arah sumber suara.

Gejala-gejala gangguan pendengaran pada bayi dan anak-anak merupakan:
• Tidak kaget ketika mendengar suara nyaring.
• Tidak menoleh ke arah sumber suara saat dipanggi, khususnya pada bayi di bawah 4 bulan.
• Tidak dapat berbicara satu kata pun ketika berusia satu tahun.
• Menyadari kehadiran seseorang saat ia melihatnya, namun acuh ketika dipanggil namanya.
• Lambat ketika belajar bicara atau tidak jelas saat berbicara.
• Menjawab tidak cocok dengan pertanyaannya.
• Memperhatikan orang lain guna meniru sesuatu yang diperintahkan, sebab ia tidak mendengar sesuatu yang diinstruksikan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *